Beberapa hari lalu aku senang sekali, karena ketika siang itu mengisi perut di kantin mbak Saroh (si Mbak pengelola kantin kantor yang seringkali kusebut juga sebagai obat anti maag ku itu lho) aku kembali menemukan masakan kesukaanku. Apa hayoo?

Bukan masakan yang aneh-aneh kok, cuma tumis daun pepaya saja!

Cuma itu?

Iyaaa, cuma itu.

Lalu apa istimewanya?

Hm, bagi orang lain mungkin tak terlalu istimewa, tapi bagiku – yang sebelumnya tak pernah mau mencolek apalagi sampai ngicipi sedikitpun masakan apapun yang ada daun pepayanya – masakan itu cukup istimewa.

Tentu teman-teman bisa menebak alasan ku tak suka daun pepaya, kan? Yak, tak lain dan tak bukan adalah karena alasan klasik yaitu pahitnya rasa daun pepaya itu.

Nah, hal yang akhirnya membuatku tuman & menjadikan Oseng Godhong Kates sebagai salah satumenu kesukaanku di kantin itu adalah karena sama sekali tak ada rasa pahit pada tumis daun pepaya buatan mbak Saroh ini.

Dan ketika kutanyakan rahasia menghilangkan rasa pahit itu, ternyata jawabannya adalah penggunaan Daun Kayu Jaran.

Kayu Jaran? Apaan tuh?

Itulah, aku sendiri belum terlalu jelas tumbuhannya seperti apa, hanya menurut penggambaran mbak Saroh, Kayu Jaran itu nama sejenis pohon yang mudah ditemukan di kebonan desa atau menjadi pagar halaman di rumah-rumah desa. Hm, sungguh penggambaran yang abstrak buatku!

Oya, yang di gunakan untuk menghilangkan rasa pahit itu adalah daunnya, yaitu dicampurkan dalam perebusan pertama daun pepaya. Setelah air rebusan mendidih, air rebusan + daun kayu jaran itu dibuang kemudian daun pepaya diperas hingga apuh sebelum siap di rajang (di iris halus) untuk ditumis dengan bumbu.

Hm… kelihatannya gampang ya? masalahnya, aku tak tahu seperti apa itu pohon Kayu Jaran, apalagi daunnya.

Seperti biasa, ketika perlu mencari tahu sesuatu, salah satu upayaku adalah bertanya pada Pakdhe Google, dan jawaban yang kurasa cukup lengkap ada di sini.

Hm.. ternyata, cukup banyak juga manfaat lain dari Pohon Kayu Jaran ini, baik daun, batang maupun bagian lainnya. Kalau ingin tahu lebih detil, silahkan langsung ke sana. Mungkin setelah melihat-lihat dapat mengenali adanya pohon ini di sekitarmu atau bahkan telah memanfaatkannya.