Browsing: Cerita

#NgaBlogBurit : Semangat Ngeblog di Bulan Ramadhan

#NgaBlogBurit tahun 2013, Sebuah program ngabuburit dengan cara online yang memacu semangat para blogger untuk mengupdate blog sambil menunggu waktu buka puasa tiba, hari ini sudah memasuk hari terakhir. Pastinya #NgaBlogBurit tahun depan masih akan dinantikan oleh para blogger yang telah mengikuti program ini setiap hari senin sampai jumat mulai pukul 15.00. Dan pengumuman pemenang diumumkan keesokan harinya setiap pukul 10.00.

Tantangan Berbeda Setiap Hari

Menurut saya #NgaBlogBurit adalah program yang menarik. Dan tahun ini adalah tahun kedua saya ikutan program ini. Setiap hari selalu ada tantangan yang diberikan oleh blogdetik. Blogger blogger yang mengikuti program ini harus menulis dengan kreatif sesuai dengan tema yang dilempar setiap pukul 15.00. Setiap tema tak jauh dari kegiatan yang dilakukan saat bulan puasa, baik sebelum sampai menyambut hari lebaran tiba.

Antusias Blogger Ikut #NgaBlogBurit

Tidak setiap hari saya ikut #NgaBlogBurit dan menyelesaikan tantangan. Karena setiap harinya saya tidak menggunakan laptop atau komputer. Jadi, kalau saya ikut #NgaBlogBurit pasti saya menghabiskan waktu di warnet satu atau dua jam untuk posting tulisan di blog.

Setelah menulis postingan hasil #NgaBlogBurit pastinya harus dishare link postingan di kolom komentar sesuai dengan tema yang dilempar sebelum ditutup pada pukul 18.00. Saat saya share link postingan, pasti sudah banyak link postingan disana. Hal ini menunjukkan begitu antusiasnya blogger mengikuti program ini. Mungkin saya termasuk salah satunya.

Semangat NgeBlog Karena #NgaBlogburit

#NgaBlogBurit menarik bukan saja dari tantangan yang diberikan, tapi juga karena hadiahnya Rp. 500.000 untuk pemenang #NgaBlogBurit yang beruntung setiap harinya.

Setiap mengikuti tantangan #NgaBlogBurit saya mencoba mengembalikan semangat ngeblog dan mengupdate konten diblog saya ini yang isinya gado – gado. Karena tidak setiap hari saya bisa update blog.

Dengan ikut tantangan seperti #NgaBlogBurit, pastinya saya bisa mendapatkan ide dan semangat untuk menulis, mengisi konten dan berbagi pengalaman kepada pengunjung blog saya. menambah ilmu, berbagi inspirasi dan manfaat kepada teman teman blogger di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Meskipun belum pernah menang, saya selalu semangat karena bisa berpartisipasi dalam program ini diantara blogger blogger lain yang keren dan konsisten dalam menulis. Mungkin saya tidak menang dalam program ini, setidaknya bisa menang dari rasa kurang konsisten dan bisa semangat ngeblog lagi. Terima kasih.

{ Comments are closed }

Indahnya Lebaran Bersama Orang Tua

Momen Lebaran selalu memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. Selalu ada cerita yang berbeda dalam setiap momen perayaan Lebaran. Tak memandang siapa dia, apa latar belakangnya, tua, muda, kaya, miskin, semua larut dalam kebahagiaan di Hari Lebaran. Saling berjabat tangan dan memaafkan satu sama lain, adalah momen terindah yang selalu hadir di hari Lebaran. Terasa indah ketika kita bisa saling memaafkan. Terlebih lagi keluarga besar kita dapat berkumpul untuk merayakan Hari Lebaran secara bersama-sama.

LIHAT JUGA: Manfaat kurma.

Merayakan Lebaran bersama kedua orang tua, tentunya adalah impian bagi semua orang. Karena tak sedikit juga, yang harus rela merayakan lebaran tidak bisa bersama orang tua, karena masih berada di perantauan dan belum bisa pulang ke kampung halaman. Alhamdulillah saya pribadi, meskipun merantau bekerja di daerah lain, selama ini masih dapat merayakan momen Lebaran bersama orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Selama masih ada kesempatan bagi saya untuk bisa merayakan Lebaran bersama orang tua, saya akan berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Apalagi saat ini orang tua saya hanya tinggal ibu sendiri, sementara Ayah sudah lama meninggal dunia.

Bagi saya, tak masalah hanya mendapatkan waktu beberapa hari saja untuk bisa merayakan Lebaran bersama orang tua, sebelum saya harus balik ke daerah perantauan. Tak ada yang lebih indah ketika hari lebaran tiba, pada saat selesai melaksanakan Shalat Ied dan mencium tangan orang tua untuk meminta maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Dan disaat-saat itulah saya merasakan nikmat yang luar biasa, menyadari akan berharganya keberadaan orang tua, dan saya sangat merasa bersyukur bahwa saya masih memiliki orang tua di dunia ini. Air mata selalu tak terasa mengalir ketika masih diberikan kesempatan untuk meminta maaf kepada orang tua. Karena saya menyadari, bahwa sebagai anak, dosa saya jauh lebih besar terhadap orang tua. Tak ada yang bisa menggantikan orang tua. Terlebih lagi orang tua saya saat ini hanyalah tinggal Ibu.

Memang suasana sedikit berbeda ketika dulu merayakan momen Lebaran masih bersama dengan kedua orang tua. Tapi hal itu tidaklah mengurangi nikmat akan indahnya merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Karena sejatinya, tidak perlu menunggu datangnya Hari Lebaran untuk saling bermaaf-maafan. Alangkah indahnya dunia ini, jika setiap hari masing-masing dari kita selalu menginstrospeksi diri atas segala tingkah laku kita, dan berusaha untuk menjadi pribadi yang beguna bagi sesama. Dan bukankah tiap-tiap manusia pasti pernah berbuat salah dalam hidupnya. Jadi, alangkah bijaknya jika kita mau memaafkan segala kesalahan orang lain pada diri kita, meskipun tanpa orang lain meminta maaf terlebih dahulu kepada kita.

{ Comments are closed }

Merasakan Gempita Lebaran di Turki

Lebaran di Turki

Di Turki, mereka menamakan perayaan Idul Fitri sebagai Bayram. Setiap umat muslim di seluruh dunia pasti gembira menyambut hari raya Idul Fitri. Tiap negara memiliki kekhasan tersendiri dalam merayakan hari kemenangan tersebut. Tak terkecuali Turki.

Masyarakat Turki menyebut Idul Fitri sebagai perayaan ‘Seker Bayram?’, atau ‘Ramazan Bayram?’, yang merupakan kebiasaan orang untuk saling menyapa. Mereka biasanya akan berkata “Bayraminiz Kutlu Olsun” (Semoga Anda Bayram, Jadilah Dirayakan), atau “Mutlu Bayramlar” (Selamat Bayram), atau “Bayraminiz Mubarek Olsun”.

Untuk beberapa tradisi, perayaan Idul Fitri di Turki tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Semua orang berkumpul dengan keluarga dan teman dekat mengenakan pakaian terbaik yaitu ‘Bayramlik’, yang sering dibeli hanya untuk kesempatan ini.

Mereka juga mengunjungi makam orangtua dan keluarga untuk mendoakan, sambil menghiasinya dengan bunga serta menyiram tanaman di sekitarnya dengan air. Salah satunya menyiram tanaman bunga tulip yang banyak ditanaman di sana.

Perayaan Idul Fitri juga sangat ditunggu oleh anak-anak. Mereka biasanya berkeliling ke rumah tetangga menghantar doa agar setiap orang yang merayakan Bayram bahagia. Doa itu akan dibayar coklat, atau permen tradisional seperti baklava dan Turkish Delight. Persamaan lainnya dengan di Indonesia adalah pembagian uang receh untuk anak-anak.

Kota-kota di seluruh negara juga membuat acara penggalangan dana bagi masyarakat miskin. Ada pertunjukan musik konser atau pagelaran seni tradisional seperti Karagz dan Hacivat, berupa pertunjukan teater oleh Mehter dan Janissary Band yang didirikan pada zaman Kekaisaran Ottoman.

Perayaan Bayram di Turki berarti membantu orang yang kurang beruntung, mengakhiri permusuhan dari masa lalu dan bergembira sambil sarapan dan makan malam bersama orang-orang tercinta.

Perayaan di lingkungan pemukiman pun tidak kalah seru, rumah-rumah dan jalan dihiasi sedemikian rupa untuk merayakan kemenangan setelah satu bulan berperang melawan hawa nafsu. Televisi dan radio di Turki juga menyiarkan program khusus Bayram, seperti film-film khusus, program musik dan perayaan bersama selebriti dan politisi.

{ Comments are closed }

Legenda Merapi, Mataram dan Para Raja

Beberapa hari lalu, Merapi kembali meletus dan menyemburkan awan panas, dan memakan korban lebih dari 300 jiwa. Menurut para geologis, ini adalah letusan terhebat setelah tahun 1880. Merapi yang terletak di perbatasan Yogya dan Magelang memang memiliki tanah yang subur, sehingga tak mengherankan jika beberapa kerajaan pernah berdiri di sana. Agar tak jenuh dengan berita bencana, saya ingin sedikit bercerita tentang Jogja.

Gunung Merapi memiliki hubungan spiritual yang sangat erat dengan warga Jogja dan sekitarnya. Berbagai cerita dan legenda tetap terpelihara hingga saat ini. Bahwa Jogya dijaga oleh para bangsa siluman dan mahluk halus lainnya.

Menurut perkiraan sejarah, dulu berdiri kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan ini sangat besar, makmur dan sejahtera. Beberapa bukti prasasti menceritakan Mataram Kuno. Pada salah satunya prasasti yang ditemukan, bercerita bahwa Sungai Bengawan Solo saat itu menjadi sarana transportasi utama. Airnya yang jernih, bersih dan berarus deras dan dalam cocok jadi jalur transportasi dimana kapal-kapal dagang singgah mengangkut dan menurunkan dagangan dan penumpang. Kerajaan memungut pajak bagi para pemakai sungai Bengawan Solo sehingga Mataram Kuno menjadi kerajaan besar dan memiliki banyak peninggalan diantaranya Candi Prambanan, Dieang dan Gedong Songo di Dieng Jawa Tengah. Karena Mataram Kuno menganut dua agama, Candi Borobudur dan Mendut merupakan peninggalan Mataram Kuno dari Raja penganut agama Budha. Rakyat hidup damai dan sejahtera.

Namun Kerajaan Mataram Kuno akhirnya hancur lebur akibat letusan Gunung Merapi yang dahsyat hingga menghancurkan istana beserta seluruh tatanannya termasuk rakyat dan tewasnya sang raja dan kerabatnya.Hingga sekarang lokasi istana Mataram Hindu belum diketemukan, diperkirakan akibat tertimbun abu letusan gunung Merapi.

Lalu Mpu Sindok, menantu sang raja beserta istri dan para warga yang masih selamat melakukan eksodus besar-besaran ke Jawa timur dan mendirikan kerajaan baru, Medang Kamulan dengan Mpu Sindok sebagai rajanya. Mpu Sindok inilah pendiri dinasti Isyana, yang kelak menurunkan raja-raja besar di wilayah Jawa Timur, termasuk kerajaan Kediri, Daha, dan Singashari dan Majapahit.

Mataram kembali dibangun masa Islam berkembang pesat di Pulau Jawa oleh Raden Sutawijaya, yang merupakan anak angkat bupati Pajang Raden Hadiwijaya alias Mas Karebet atau Joko Tingkir yang di waktu mudanya terkenal dengan legenda perkelahian melawan buaya. Konon, Ki Ageng Pemanahan yang rajin berpuasa dan tirakat mendapat wangsit agar ia meminum air kelapa bertuah yang akan membuat seluruh anak keturunannya kelak menjadi raja. Namun untung tak dapat diraih, ternyata sahabatnya, (kalau tidak salah) Ki Panjawi yaitu bapaknya Sutawijaya yang sedang kehausan telah meminum air kelapa tersebut sampai tandas. Maka mereka membuat perjanjian, jika kelak Sutawijaya jadi raja, maka anak keturunan Ki Ageng Pemanahan harus ikut hidup mulia.

Prabu Hadiwijaya sangat menyayangi Sutawijaya, seorang pemuda yang tampan, gagah, cerdas dan ahli ilmu beladiri. Pemuda inilah yang dulu berhasil membunuh pemberontak Kerajaan Demak yang ingin menjadi Raja Demak, penguasa Kadipaten Jipang yang sakti mandraguna yaitu Raden Arya Penangsang dengan tombak Kyai Plered. Raden Hadiwijaya, sang menantu penguasa Demak Sultan Trenggana dianggap berhasil mengatasi kemelut di Kerajaan Demak dan kadipaten Pajang menjadi tanah merdeka, namun tetap sebagai sekutu Demak. Karena jasa Sutawijaya itu, Mas Karebet menghadiahkan sebuah hutan sebagai tanah perdikan (bebas bayar pajak) agar dibuka sebagai pemukiman baru untuk meluaskan pengaruh wilayah Pajang.

istana-jogjaSutawijaya beserta para pengikutnya dengan bersemangat membuka hutan dan membangunnya. Lama kelamaan, wilayah Sutawijaya berkembang sangat pesat, bahkan mengalahkan kebesaran Pajang. Akhirnya Sutawijaya diangkat menjadi Raja yang pertama dan wilayah tersebut dinamakan kerajaan Mataram, menggantikan Mataram Hindu yang telah hancur. Konon, saat kerajaan ini baru berdiri, Sutawijaya membuat perjanjian dengan penguasa laut Selatan Nyi Roro Kidul, bahwa Nyi Roro Kidul akan turut menjaga keselamatan kerajaan Mataram dari berbagai bahaya, dengan syarat siapapun Raja Mataram secara turun temurun harus menjadi suaminya. Sutawijaya menyetujui syarat ini. Bisa dilihat di Istana Tamansari Jogjakarta, ada lorong bawah tanah yang langsung berhubungan dengan laut Selatan. Disanalah Raja dan Nyi Roro Kidul bertemu.Tapi saya juga tidak tahu, apakah perjanjian itu masih berlaku hingga saat ini? Karena jaman mistik telah berubah jadi jaman modern, di mana para empu penguasa ilmu telah digantikan kedudukannya oleh Mbah Google. Kadang membayangkan, apa Nyi Roro kidul masih memakai kebaya atau sudah berganti memakai rok dan jumper atau kebaya modifikasi ala Anne Avantie? Kalau berani, tanya kebenarannya pada Sang Sultan secara pribadi tapi kalau tidak berani, dan tak ada kesempatan, ya silahkan tanya pada Mas Ebiet eh… pada rumput yang bergoyang du…du…du…du…du.

Konon juga, Nyi Blorong adalah anak Nyi Roro Kidul dengan penguasa Gunung Merapi (sesama mahluk halus) sebelum Nyi Roro Kidul memutuskan menikah dengan Sutawijaya. Dulu Nyi Blorong gadis cantik dan tidak bertubuh ular, kalau masih penasaran lain kali aku ceritakan di tulisan yang lain hehe).

Semoga Merapi tak lagi meletus, apalagi sedahsyat masa kerajaan Mataram Kuno yang dianggap sebagai pralaya atau The end of the World alias kiamat. Karena baik para pengungsi maupun relawan pasti sudah mulai lelah jiwa dan raga. Ayo kita bantu dengan doa dan materi, karena mereka sangat membutuhkannya. Amin. Marilah kita merenungkan tindakan kita, mengurangi kesalahan dan menambah kebajikan. Karena hanya orang yang bodoh yang bisa melakukan kesalahan yang sama, walaupun banyak pejabat Indonesia yang begini, semoga kita bukan bagian dari itu, audzubillahimindzalik. Semoga Allah yang Maha Pengampun mengasihi kita semua. Amiin.

{ Comments are closed }