Momen Lebaran selalu memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. Selalu ada cerita yang berbeda dalam setiap momen perayaan Lebaran. Tak memandang siapa dia, apa latar belakangnya, tua, muda, kaya, miskin, semua larut dalam kebahagiaan di Hari Lebaran. Saling berjabat tangan dan memaafkan satu sama lain, adalah momen terindah yang selalu hadir di hari Lebaran. Terasa indah ketika kita bisa saling memaafkan. Terlebih lagi keluarga besar kita dapat berkumpul untuk merayakan Hari Lebaran secara bersama-sama.

LIHAT JUGA: Manfaat kurma.

Merayakan Lebaran bersama kedua orang tua, tentunya adalah impian bagi semua orang. Karena tak sedikit juga, yang harus rela merayakan lebaran tidak bisa bersama orang tua, karena masih berada di perantauan dan belum bisa pulang ke kampung halaman. Alhamdulillah saya pribadi, meskipun merantau bekerja di daerah lain, selama ini masih dapat merayakan momen Lebaran bersama orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Selama masih ada kesempatan bagi saya untuk bisa merayakan Lebaran bersama orang tua, saya akan berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Apalagi saat ini orang tua saya hanya tinggal ibu sendiri, sementara Ayah sudah lama meninggal dunia.

Bagi saya, tak masalah hanya mendapatkan waktu beberapa hari saja untuk bisa merayakan Lebaran bersama orang tua, sebelum saya harus balik ke daerah perantauan. Tak ada yang lebih indah ketika hari lebaran tiba, pada saat selesai melaksanakan Shalat Ied dan mencium tangan orang tua untuk meminta maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Dan disaat-saat itulah saya merasakan nikmat yang luar biasa, menyadari akan berharganya keberadaan orang tua, dan saya sangat merasa bersyukur bahwa saya masih memiliki orang tua di dunia ini. Air mata selalu tak terasa mengalir ketika masih diberikan kesempatan untuk meminta maaf kepada orang tua. Karena saya menyadari, bahwa sebagai anak, dosa saya jauh lebih besar terhadap orang tua. Tak ada yang bisa menggantikan orang tua. Terlebih lagi orang tua saya saat ini hanyalah tinggal Ibu.

Memang suasana sedikit berbeda ketika dulu merayakan momen Lebaran masih bersama dengan kedua orang tua. Tapi hal itu tidaklah mengurangi nikmat akan indahnya merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Karena sejatinya, tidak perlu menunggu datangnya Hari Lebaran untuk saling bermaaf-maafan. Alangkah indahnya dunia ini, jika setiap hari masing-masing dari kita selalu menginstrospeksi diri atas segala tingkah laku kita, dan berusaha untuk menjadi pribadi yang beguna bagi sesama. Dan bukankah tiap-tiap manusia pasti pernah berbuat salah dalam hidupnya. Jadi, alangkah bijaknya jika kita mau memaafkan segala kesalahan orang lain pada diri kita, meskipun tanpa orang lain meminta maaf terlebih dahulu kepada kita.